🦧 Struktur Organisasi Media Online
Kupang_KementerianHukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, kembali mengadakan kegiatan senam bersama secara virtual.
StrukturOrganisasi: Definisi, 4 Bentuk, Hingga Elemen Organisasi.co.id. Pengertian Dan Macam-Macam Struktur Organisasi Menurut Ahli. Macam-Macam Bentuk Struktur Organisasi « Om Dicho Blog. Struktur Organisasi (Pengertian, Unsur, Jenis, Bentuk dan Faktor yang Mempengaruhi) - KajianPustaka.com.
Pospos Terbaru. Hasil Seleksi PPDB Online SMKN 1 Nogosari Tahun Ajaran 2022/2023. Pengumuman Kelulusan SMKN 1 Nogosari Tahun Pelajaran 2022/2023. Pengumuman libur Hari Raya Idul Fitri 1443 H SMKN 1 Nogosari. Workshop Sekolah Ramah Anak SMKN 1 Nogosari.
StrukturOrganisasi Stasiun Tv. Berita. Pemrograman. Teknik. Penjualan dan Periklanan. Administrasi Bisnis. Terlepas dari meningkatnya media online, stasiun televisi siaran tradisional masih menyampaikan berita dan hiburan melalui kabel dan satelit. Dibutuhkan sepasukan manajer dan karyawan untuk menjaga agar stasiun-stasiun ini tetap bersenandung.
Postinganberikut ini membahas manajemen media tentang struktur organisasi media secara umum, baik media cetak, penyiaran, maupun media online (media siber/situs berita). Cara menyusun sop perusahaan percetakan dengan mudah. Ciri ciri organisasi cv : Download Gambar.
perkenalkanNama: Adrian sidikNim. : 2020503027kelas. : 2053A jurnalistikDosen : Imron Supriadi M. HumMK. : Managemen Media Masakali ini kita bakal bah
SejarahDaftar Menteri Visi dan Misi Tugas dan Fungsi Struktur Organisasi Unit Kerja Daftar Email Satker & UPT. STRUKTUR ORGANISASI. Menteri Komunikasi dan Informatika Profil Lengkap. di Metro TV (2000-2009) dengan jabatan terakhir News Current Affairs Manager. Sejak 2009 hingga 2020 bekerja di Harian Media Indonesia, dengan posisi terakhir
StrukturOrganisasi Bappelitbangda . Struktur Organisasi Bappelitbangda Tahun 2021; Struktur Organisasi Bappelitbangda Tahun 2022 (Jan-Mei) Struktur Organisasi Bappelitbangda Tahun 2022 (Juni-Sekarang) Profil Pejabat Badan Publik . LHKPN . Daftar Pegawai . Unit Kerja . Sekretariat ; Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah
MediaSosial; Regulasi. Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum BMKG; Cuaca Prakiraan Cuaca. Prakiraan Cuaca Dunia; Prakiraan Cuaca Indonesia; Struktur Organisasi. Gempabumi Terkini. 05 Agustus 2022, 00:39:33 WIB; 5.2; 37 km; 1.10 LS - 97.27 BT; 195 km BaratDaya NIASSELATAN-SUMUT;
. Manajemen Media Cetak terdiri dari dua istilah dengan pengertian berbeda, “manajemen” dan “media cetak”. Manajemen artinya pengelolaan. Media cetak artinya media massa yang dicetak. Manajemen media cetak, dengan demikian, artinya pengelolaan media massa cetak, yakni koran surat kabar, tabloid, dan majalah. Manajemen Media Cetak disebut juga Manajemen Pers, karena pers lebih merujuk pada media cetak. Pengertian Manajemen Banyak sekali referensi tentang pengertian manajemen. Salah satunya dari Encyclopedia Americana, yaitu manajeen adalah seni mengoordinasikan unsur-unsur faktor produksi menuju pencapaian tujuan suatu organisasi. “The art of coordinating the elements of factors of production towards the achievement of the purposes of an organization”. Elemen faktor produksi yang dimaksud meliputi 3M Man, Materials, Machines. Jadi, manajemen adalah seni koordinasi elmen pencapaian sasaran organisasi melalui penggunaan manusia man, bahan produksi materials, dan mesin machines. Hakikat Manajemen Hakikat manajemen adalah “proses koordinasi berbagai sumberdaya” organisasi men, materials, machines dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Manajemen diperlukan bukan hanya bagi usaha yang mengejar laba bisnis, namun juga bagi usaha nirlaba seperti sekolah, sejauh usaha tersebut mempunyai sasaran. Paradigma ini dikenal sebagai classical goal paradigm. Pengertian Media Massa Media Massa Mass Media adalah kependekan dari Media Komunikasi Massa Mass Communication with Media atau Channel of Mass Communications yang artinya sarana komunikasi massa. Karakteristik Media Massa publisitas, universalitas, dan periodisitas. Pesannya bersifat umum, target pembaca universal, dan terbit teratur periodik. Komunikasi Massa Mass Communication artinya komunikasi melalui media massa. Karakter komunikasi massa institutionalize communicator, pesan untuk umum, dll. Ruang Lingkup Manajemen Media Cetak Alasan manajemen dibutuhkan dalam mengelola media. Manajemen sebagai ilmu, seni, dan profesi dalam organisasi media massa. Fungsi-fungsi manajerial dalam organisasi media massa POAC Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Menerbitkan Media Massa Menerbitkan media = membangun hubungan baik Menetapkan visi-misi organisasi Pola komunikasi organisasi Keberadaan organisasi media Mengenali Pembaca Mencari Kiat Pemikat Pendekatan Geografis Pendekatan Sosiografis Pendekatan Psikografis Pendekatan Terpadu Media Tools — Memenuhi kebutuhan perangkat keras dan lunak untuk membantu proses penerbitan media massa Manajemen Redaksi Mengarahkan perencanaan isi Mengarahkan pengumpulan bahan Mengarahkan pengolahan bBahan dan penyiapan isi Proses kerja redaksional sebuah media cetak meliputi News Processing sebagai berikut News Planing = rapat redaksi, perencanaan isi & peliputan News Gathering/Hunting = peliputan, wawancara, riset data News Writing = penulisan, penyusunan naskah/tulisan News Editing = penyuntingan naskah News Layouting = tata telak, setting, desain grafis, perwajahan News Printing = proses cetak. Manajemen Produksi dan Marketing Mengkoordinasikan Pencetakan Marketing Iklan Distribusi/Sirkulasi Mengelola Komponen Biaya Merencanakan Biaya Operasional Redaksi Merencanakan Operasional Produksi Anggaran Marketing Mengelola Komponen Personal Merumuskan Pemerian Kerja Job Desc Merencanakan Tahapan Kerja Merancang Organisasi dan Mekanisme Kerja Format Media Newsletter Majalah Tabloid Surat kabar/koran Meramu Isi Mengenali Kategori Informasi Menyusun Panduan Materi Keredaksian Rubrikasi Penyuntingan Kontrol Kualitas Isi Pemeriksaan Substansi Informasi Pemeriksaan Teknik Penyajian Mendesain Mengemas Informasi Desain Cover Desain Halaman Penempatan teks dan huruf Judul Evaluasi penerbitan media massa Riset respons pasar atas penerbitan media massa Evaluasi tulisan wartawan Peningkatan ketrampilan dan etos SDM Struktur Organisasi Media Cetak Ada dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa Bagian Redaksi Editor Department dan Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha Business Department. 1 Bagian Redaksi Bagian Redaksi dipimpin oleh Pemimpin Redaksi. Bagian Pemasaran dipimpin olen Manajer Pemasaran atau Pemimpin Usaha. Di atas keduanya adalah Pemimpin Umum General Manager. Ada juga Pemimpin Umum yang merangkap Pemimpin Redaksi. Bagian Redaksi tugasnya meliput, menyusun, menulis, atau menyajikan informasi berupa berita, opini, atau feature. Orang-orangnya disebut wartawan. Redaksi merupakan merupakan sisi ideal sebuah media atau penerbitan pers yang menjalankan visi, misi, atau idealisme Redaksi dikepalai oleh seorang Pemimpin Redaksi. Di bawah Pemred biasanya ada Wakil Pemred yang bertugas sebagai pelaksana tugas dan penanggungjawab sehari-hari di bagian redaksi. Pemred/Wapemred membawahkani seorang atau lebih. Redaktur Pelaksana yang mengkoordinasi para Redaktur Editor, Koordinator Reporter atau Koordinator Liputan jika diperlukan, para Reporter dan Fotografer, Koresponden, dan Kontributor. Termasuk Kontributor adalah para penulis lepas artikel dan kolumnis. Di Bagian Redaksi ada pula yang disebut Dewan Redaksi atau Penasihat Redaksi. Biasanya terdiri dari Pemred, Wapemred, Redpel, Pemimpin Usaha, dan orang-orang yang dipilih menjadi penasihat bidang keredaksian. Ada pula yang disebut Staf Ahli atau Redaktur Ahli, yakni orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keilmuwan tertentu yang sewaktu-waktu masukan atau pendapatnya sangat dibutuhkan redaksi untuk kepentingan pemberitaan atau analisis berita. Bagian lain yang terkait dengan bidang keredaksian adalah Redaktur Pracetak yang membidangi tugas Desain Grafis Setting, Lay Out, dan Artistik serta Perpustakaan dan Dokumentasi. Dalam hal tertentu, bagian Penelitian dan Pengembangan Litbang dapat masuk ke bagian Redaksi. Job Desk Bagian Redaksi Rincian Tugas Pemimpin Umum General Manager Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan redaksional dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan. Pemimpin Redaksi Pemimpin Redaksi Editor in Chief bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya digugat pihak lain. Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk rencana Editorial yang merupakan opini redaksi Desk Opinion. Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi, yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual. Dewan Redaksi Dewan Redaksi biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasihat bagian redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya menyangkut berita yang sangat sensitif atau sesuai-tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi dan misi penerbitan yang sudah disepakati. Redaktur Pelaksana Di bawah Pemred biasanya ada Redaktur Pelaksana Managing Editor. Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred/Wapemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor. Redaktur Redaktur editor sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk Desk Editor, Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. Redaktur Pracetak Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani “naskah siap cetak” all in hand/all up dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan tataletak, lay out, artistik, dan hal-ihwal sebelum koran dicetak. Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah Setter atau juruketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula Korektor yang bertugas mengoreksi membetulkan kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak. Reporter Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan “prajurit” di bagian redaksi yang bertempur di lapangan. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. Baca Teknik Reportase Jurnalistik Fotografer Fotografer wartawan foto atau juru potret tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisan reporter. Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik Journalistic Photography, Photographic Communications. Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan to inform, meyakinkan to persuade, dan menghibur to entertain. Koresponden Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula Koresponden correspondent atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain daerah, di luar wilayah di mana media massanya berpusat. Kontributor Kontributur atau penyumbang naskah/tulisan secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Termasuk kontributor adalah para penulis artikel, kolomnis, dan karikaturis. Para sastrawan juga menjadi kontributor ketika mereka mengirimkan karya sastranya puisi, cerpen, esei ke sebuah media massa. Wartawan Lepas Freelance Journalist juga termasuk kontributor. Wartawan Lepas adalah wartawan yang tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat. Termasuk kontributor adalah Wartawan Pembantu Stringer. Ia bekerja untuk sebuah perusahaan pers, namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima honorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat. Bidang Pendukung Redaksi Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja redaksi adalah bagian Perpustakaan dan Dokumentasi, serta bagian Penelitian dan Pengembangan Litbang. Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. 2. Bagian Usaha Bagian usaha business department bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran marketing atau penjualan saling media massa. Bagian ini merupakan sisi komersial meliputi sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi. Biasanya, bagian pemasaran dipimpin oleh seorang. Pemimpin Perusahaan atau seorang Manajer Pemasaran Marketing Manager yang membawahkan Manajer Sirkulasi, Manajer Iklan, dan Manajer Promosi. Di bagian usaha biasanya ada Bagian Tata Usaha, Bagian Personalia, Bagian Keuangan, dan Bagian Umum. Bagian umum ini tugasnya mengurusi dan menyediakan kebutuhan bagian perusahaan, baik yang bersifat hardware maupun software. Kunci Sukses Media Cetak 3S 4P Saya tutup ulasan ringkas tentang manajemen media cetak ini dengan kunci sukses media cetak dan media pada umumnya. Kunci sukses media ini terekam kuat dalam memori saya, juga sudah saya tuangkan di buku Jurnalistik Praktis untuk Pemula 199974. Saya dapatkan kunci sukses bisnis media ini dari salah seorang pendiri Pikiran Rakyat, Atang Ruswita, saat dulu saya aktif di Tabloid Hikmah Grup Pikiran Rakyat. Dalam hampir setiap rapat redaksi, Pak Atang selalu mengingatkan kunci sukses ini. 3S = Tiga Sehat Sehat SDM — yakni tenaga-tenaga pengeloaan media tersebut berkualitas, loyal, dan profesional di bidangnya, yang ditunjang dengan gaji yang memadai well paid. Sehat Manajemen — yakni manajemen media tersebut dilakukan dengan baik terencana, terarah dan terkendali. Sehat Sarana — yakni terpenuhinya sarana atau segala fasilitas yang diperlukan bagi kelancaran kerja media tersebut. 4P = Empat P Product – produk berkualitas, yakni isi media menarik, aktual, memenuhi kebutuhan pembaca. Please – mudah didapatkan, tersebar luas, mudah dicari. Price – harga terjangkau, sesuai dengan kualitas. People/Power – respons masyarakat, bisa juga respons penguasa. Media akan mati oleh salah satu kekuatan ini masyarakat atau penguasa. Formula “Empat P” yang dikemukakan itu tak lain merupakan “modifikasi” konsep “bauran pemasaran” marketing mix yang disampaikan Kotler & Amstrong 201476. Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu Produk product , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran, meliputi ragam, kualitas, desain. fitur, nama merek, dan kemasan. Harga price, adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit. Tempat place, kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi, dan logistik. Promosi promotion berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi iklan dan promosi penjualan. Sumber Demikian ulasan tentang manajemen pers khususnya manajemen media cetak. Wasalam. Sumber Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Praktis untuk Pemula; ASM Romli, Jurnalistik Terapan; Manajemen Penerbitan Pers, Totok Djuroto.
Manajemen Media Cetak - Surat kabar, Tabloid, Majalah. HARI gini bahas media cetak? Gak aktual keles! Zaman now mah, online atuh! Euh.... bagi saya mah, membahas media cetak aktual banget, saat ini. Soalnya, saya mengajarkan mata kuliah jurnalistik cetak. Jadi, ya... aktual banget bagi saya mah! Setelah membahas pengertian jurnalistik cetak dan jenis-jenisnya, jurnalistik surat kabar, jurnalistik tabloid, dan jurnalistik majalah, kali ini saya akan bahas manajemen media cetak. Ini materi kuliah untuk saya bahas di kelas. Sebenarnya sih tidak bikin baru, tapi update tulisan saya soal manajemen media cetak yang sudah saya tulis dalam buku Jurnalistik Terapan. Pengertian Manajemen Pengertian manajemen management berlimpah-ruah di indeks Google. Intinya, manajemen adalah pengelolaan, dari kata to manage yang artinya mengatur atau mengelola. Untuk kepentingan praktis -mengelola media cetak- saya gunakan "landasan teori" konsep manajemen dari George Robert Terry dalam Asas-Asas Manajemen alih bahasa oleh Winardi, Penerbit Alumni, Bandung, 1986 “Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan planning, pengorganisasian organizing, penggerakan actuating, dan pengendalian controlling." Formula manajemen Terry dikenal dengan singkatan POAC Planning Organizing Actuating Controlling. Manajemen Organisasi Media Manajemen organisasi media cetak secara garis besar dibagi dua bagian Bagian Redaksi Editor Department Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha Business Department. Bagian Redaksi dipimpin oleh Kepala Bagian Redaksi yang disebut Pemimpin Redaksi. Bagian Pemasaran dipimpin olek Kepala Bagian Pemasaran atau Usaha yang disebut Manajer Pemasaran atau Pemimpin Usaha. Di atas keduanya adalah Pemimpin Umum General Manager. Bagian Redaksi Bagian Redaksi bertugas menangani isi media. Orang-orangnya disebut wartawan. Redaksi merupakan merupakan sisi ideal sebuah media atau penerbitan pers yang menjalankan visi, misi, atau idealisme media. Di bawah Pemimpin Redaksi adalah para Redaktur Editor, Reporter dan Fotografer, Koresponden, dan Kontributor wartawan freelance, penulis lepas, kolumnis. Di Bagian Redaksi biasanya ada posisi yang disebut Dewan Redaksi atau Penasihat Redaksi. Biasanya terdiri dari Pemred, Wapemred, Redpel, Pemimpin Usaha, dan orang-orang yang dipilih menjadi penasihat bidang keredaksian. Ada pula yang disebut Staf Ahli atau Redaktur Ahli, yakni orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keilmuwan tertentu yang sewaktu-waktu masukan atau pendapatnya sangat dibutuhkan redaksi untuk kepentingan pemberitaan atau analisis berita. Bagian lain yang terkait dengan bidang keredaksian adalah Redaktur Pracetak yang membidangi tugas Desain Grafis Setting, Lay Out, dan Artistik serta Perpustakaan dan Dokumentasi. Dalam hal tertentu, bagian Penelitian dan Pengembangan Litbang dapat masuk ke bagian Redaksi. Bagian Pemasaran Bagian Usaha Business Department dalam manajemen media bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran marketing atau penjualan saling media massa. Bagian ini merupakan sisi komersial meliputi sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi dengan sumber pendapatan Penjualan media oplah Penjualan ruang iklan. Biasanya, bagian pemasaran dipimpin oleh seorang Pemimpin Usaha Manajer Bisnis/Manajer Pemasaran yang membawahkan Manajer Sirkulasi - penjualan dan distribusi media. Manajer Iklan - penjualan ruang iklan atau mendatangkan sponsor. Manajer Promosi - kemitraan, kerja sama, kegiatan off-print, kehumasan public relations. Level Manajemen Berikut ini level manajemen organisasi berdasarkan konsep levels of management dan bagian yang ada dalam organisasi media cetak. Level manajemen media cetak, seperti manajemen media lain dan manajemen organisasi pada umunya terdiri dari Top Management, Middle Management, dan Lower Management. 1. Top Management Manajemen puncak atau manajemen tingkat atas di media cetak terdiri dari Pemimpin Umum General Manager. Pemimpin Redaksi Kepala Bagian Redaksi. Pemimpin Usaha/Manajer Pemasaran Kepala Bagian Usaha. 2. Middle Management Manajemen tingkat menengah dalam organisasi media cetak terdiri dari Redaktur Editor Manajer Sirkulasi Manajer Promosi Manajer Iklan 3. Lower Management Manajemen tingkat bawah dalam organisasi media cetak terdiri dari Reporter Fotografer Layouter/Desain Grafis Staf Sirkulasi Staf Promosi Staf Iklan. Manajemen Redaksi Struktur Organisasi Pemimpin Redaksi Pemred Wakil Pemred Optional Redaktur Pelaksana Optional Redaktur Editor Koordinator Liputan Optional Reporter & Fotografer Koresponden Kontributor Bidang Pendukung Redaksi Sekretariat Redaksi - Administrasi, Honor Penulis, Surat-Menyurat. Perpustakaan dan Dokumentasi. Penelitian dan Pengembangan. Job Description Manajemen Media Cetak Berikut ini uraian pekerjaan atau gambaran tugas job description dalam manajemen organisasi media. 1. Pemimpin Umum Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan redaksional dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan. 2. Pemimpin Redaksi Pemimpin Redaksi Editor in Chief bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya "digugat" pihak lain. Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk rencana Editorial yang merupakan opini redaksi Desk opinion. Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual. 3. Redaktur Redaktur editor sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk Desk Editor, Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. 4. Redaktur Pracetak Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani Naskah Siap Cetak All In Hand/All Up dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan tata letak, lay out, artistik, dan hal-ihwal sebelum koran dicetak. Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah Setter atau juruketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula Korektor yang bertugas mengoreksi membetulkan kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak. 5. Reporter Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan "prajurit" di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. 6. Fotografer Fotografer wartawan foto atau juru potret tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisan reporter. Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik Journalistic Photography, Photographic Communications. Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan to inform, meyakinkan to persuade, dan menghibur to entertain. 7. Koresponden Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula Koresponden correspondent atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain daerah, di luar wilayah di mana media massanya berpusat. 8. Kontributor Kontributur atau penyumbang naskah/tulisan secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Kontributor terdiri dari Penulis Lepas/Penulis Artikel Opini Kolomnis, biasanya pakar di bidangnya. Karikaturis/Ilustrator Wartawan Lepas wartawan Pembantu Wartawan Lepas Freelance Journalist adalah wartawan yang tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat. Wartawan Pembantu Stringer adalah wartawan bekerja untuk sebuah perusahaan pers, namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima honorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat. Manajemen Redaksional Proses Pemberitaan Berikut ini manajemen redaksional atau proses pemberitaan news processing di media cetak surat kabar, tabloid, majalah. News Planning. Rapat redaksi, penentuan topik, liputan, narasumber, pembagian tugas peliputan, penyusunan anggaran atau biaya operasional, dll. News Gathering. Mengumpulkan berita, liputan, reportase, wawancara. News Writing. Penulisan hasil liputan, penulisan berita atau feature. News Editing. Penyuntingan naskah berita oleh redaktur. News Layouting. Setting, tata letak, desain grafis oleh tim pracetak. News Printing. Proses percetakan. News Distributing. Distribusi ke pembaca atau pelanggan. Bagian sirkulasi menyebarkan media ke agen-agen, distributor, atau pengecer. Demikian Manajemen Media Cetak dan organisasi media pada umumnya. Wasalam. Referensi Jurnalistik Praktis, Asep Syamsul M. Romli; Remaja Rosda Karya, 1998. Jurnalistik Terapan, Asep Syamsul M. Romli; Batic Press, 2001. Jurnalisme Dasar Luwi Ishwara; Penerbit Buku Kompas, Desember 2005 Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa Ashadi Siregar dkk, Kanisius 1999. Manajemen Penerbitan Pers Totok Djuroto. Remaja Rosda Karya, 2000.
Struktur Organisasi Media Online Keterangan setiap bidang redaksi, sebagai berikut 1. Pemimpin Utama Penanggungjawab umum bertanggungjawab terhadap jalannya perusahaan dan redaksional. Ia akan secara berkala menerima laporan perkembangan perusahaan dari pemimpin perusahaan dan penanggungjawab redaksi. Dengan data-data dari laporan-laporan itu, setiap penanggungjawab umum akan mengetahui perkembangan perusahaan. 2. Pemimpin Perusahaan Ia mengendalikan dan mengkoordinasikan kebijakan di lingkungan perusahaan. Dalam tubuh media, bagian redaksi dan bagian perusahaan advertaising, sirkulasi/pemasaran, keuangan bukan merupakan bagian tunggal. Di jajaran redaksi dipimpin seorang penanggungjawab redaksi, sedang di bagian perusahaan dipimpin seorang penanggungjawab perusahaan. Keduanya, nantinya akan bertanggungjawab kepada Penanggungjawab Umum. 3. IT Manager Dipimpin seorang kepala yang bertanggungjawab mengenai segala hal tentang komputerisasi. Seorang operator komputer harus memahami sistim administrator local area network LAN untuk membagi data spatial peta dan non spatial dokumen dari semua komputer. Disamping itu memberikan sharing pembagian pada folder-folder yang bisa di acces dimasuki oleh orang-orang tertentu dalam membuat berita untuk kepentingan media cetak dan media elektronik radio/televisi. Melakukan maintanance pelayanan perbaikan pada komputer-komputer pada jaringan baik pada software perangkat lunak maupun hardware perangkat keras. Di samping itu administrator memberikan layanan dalam membuka database. 4. Pemimpin Redaksi posisi ini harus mempertanggungjawabkan jalannya semua instrumen dalam satu kali masa liputan hingga edisi terbit/disiarkan. Bertanggungjawab terhadap keberhasilan dan kegagalan sebuah pemberitaan, baik dari sisi hukum atau lainnya. Ia harus menguasai semua teknis dan non-teknis pemberitaan, gaya, jenis dan metode bagaimana menjadikan sebuah berita/program layak jual atau layak terbit. 5. Iklan, Pemasaran, dll Ini salah satu elemen berhasilnya lembaga penerbitan/penyiaran. Sebuah tim periklanan yang kuat dapat menentukan arus masuk kas keuangan. Bagian ini juga kadang menjadi parameter mapan-tidaknya sebuah lembaga penerbitan/penyiaran. Seorang advertaser harus paham etika periklanan Indonesia, sistim kontrak, solusi, trik-tips mendapatkan iklan, metode pemasaraan iklan, designer periklanan dan aplikasi komputer yang berhubungan dengan bidangnya. 6. Redaksi Pelaksana Seorang redaktur pelaksana harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan reporter di lapangan. Harus dapat menjawab pertanyaan reporter atau membantu reporter jika sewaktu-waktu mereka menemui kendala teknis di lapangan. 7. Redaktur Foto bagian yang bertanggungjawab membuat perencanaan foto-foto yang akan dibutuhkan, memberi penugasan kepada fotografer, dan memilih serta menurunkan foto yang tepat. 8. Redaktur Berita Editor/Redaktur bertugas memberikan TOR/outline kepada reporter sesuai hasil rapat redaksi. Setiap editor harus memberikan panduan teknis lapangan ke reporter sebelum bertugas meliput suatu isu. Ini penting dilakukan, selain merupakan garis besar outline, seorang redaktur bertanggungjawab terhadap segala resiko yang bakal dialami reporter yang meliput isu yang diberikannya. 9. Reporter Jurnalis-reporter bertugas melakukan liputan sesuai hasil rapat redaksi inline. Pelaksanaan liputan mengacu pada peran editor, yakni berupa penugasan term of reference, TOR/outline, pengusulan tunggal, dan isu hangat. Kecuali reporter media cetak yang melengkapi liputannya dengan foto, reporter media elektronik radio melengkapi liputannya dengan moment record rekaman peristiwa dalam bentuk audio. Sedang reporter media elektronik televisi melengkapi liputannya dengan moment record rekaman peristiwa dalam bentuk video.
struktur organisasi media online